Kamis, 26 Januari 2012

RADIASI BADAI MATAHARI, AMANKAH BAGI MANUSIA ?

- Badai
Matahari yang berlangsung
pada Selasa, 24 Januari
2012, pukul 10.59 WB adalah
yang terkuat sejak tahun
2005. Meski para astronom
mengkategorikan dalam
kelas M-9 alias sudah masuk
kategori kelas tertinggi
atau ekstrem, dampaknya
tak perlu dikhawatirkan.
Radiasi badai matahari itu
tidak merusak tubuh, tapi
hanya mengganggu satelit.
Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA) yang
melakukan pemantauan
merilis pernyataan dalam
webnya bahwa radiasi
badai matahari hanya
mengganggu
telekomunikasi seluler,
siaran televisi, jika lontaran
partikel listrik itu
mengganggu satelit. Amuk
matahari tidak mengganggu
penduduk Bumi. "Hanya
gangguan operasional
satelit dan propagasi radio
gelombang pendek, tapi
tidak mengganggu manusia
di Bumi," begitu bunyi
pernyataan NASA di
situsnya.
Sejauh ini banyak orang
khawatir dengan bahaya
radiasi matahari setelah
badai matahari 2012 yang
berlangsung Selasa
kemarin. Sejumlah orang
khawatir karena beredar
pesan via sms dan
BlackBerry bahwa radiasi
bisa merusak kulit dan
radiasi di telepon seluler.
Sebelumnya Lembaga
Penerbangan dan Antariksa
Nasional (Lapan)
membantah isu yang
menyebutkan badai
matahari merusak telepon
seluler jika dipakai
menelepon. Bumi memiliki
dua tameng tak kasatmata
yang melindungi
penduduknya dari partikel
badai matahari. "Manusia di
Bumi dan perangkat
teknologi yang
digunakannya aman dari
dampak badai matahari,"
kata Deputi Sains,
Pengkajian, dan Informasi
Kedirgantaraan Lapan,
Thomas Djamaluddin, dalam
penjelasannya, Rabu 25
Januari 2012.
Menurut Thomas, lapisan
magnetosfer merupakan
selubung tak kasatmata
yang dibentuk oleh medan
magnet Bumi. Magnetosfer
ini mengelilingi Bumi pada
jarak 95 ribu kilometer di
atas permukaan Bumi. Sejak
awal terbentuknya Bumi,
lapisan ini menjadi pelindung
semua makhluk dari
serangan partikel
berbahaya, termasuk badai
matahari.
Magnetosfer bekerja
seperti tameng,
membelokkan setiap
partikel yang
menghampirinya. Badai
matahari sendiri nantinya
akan dibelokkan ke arah
kutub Bumi. Di sini tameng
kedua menunggu untuk
"menghancurkan" badai
kiriman matahari.
Tameng kedua tersebut
adalah lapisan atmosfer
yang terdapat pada
ketinggian 80 kilometer di
atas Bumi. Di daerah ini
badai matahari akan
disaring oleh medan magnet
Bumi yang rapat di sekitar
kutub. Akibatnya, badai
yang semula berbahaya
melepaskan energinya
melalui cahaya berbagai
warna atau dikenal sebagai
aurora.
Hal ini sekaligus
menjelaskan kenapa aurora
sering terlihat di sekitar
Kutub Utara dan Kutub
Selatan. Manusia telah lama
bersahabat dengan cahaya
indah ini. Bahkan suku
eskimo yang menempati
daerah di sekitar Kutub
Utara menganggap aurora
sebagai arwah leluhur
mereka yang bersemayam
di langit.
Thomas mengatakan
perlindungan oleh dua
tameng ini membuat
perangkat telepon aman
dipakai selama badai
matahari menghantam Bumi.
"Betapapun kuatnya badai,
penduduk Bumi selalu
terlindung," ujar dia.
WDA | ANTON WILLIAM |
SPACE.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar