Rabu, 25 Januari 2012

BADAI MATAHARI PERNAH TERJADI PADA 1 SEPTEMBER 1859

tepatnya 1
September 1859, salah
seorang astronom
terkenal di Inggris Richard
Carrington tengah
mengamati matahari.
Dengan menggunakan
alat filter, dia mempelajari
permukaan matahari
melalui teleskopnya.
Namun, dia begitu
terperanjat saat
mengetahui ada kilatan
cahaya terang keluar dari
permukaan matahari.
Tanpa diketahuinya, pada
hari itu telah terjadi badai
matahari yang
diprediksikan dunia akan
terulang kembali pada 1
September 2012.
Melansir pemberitaan
Daily Mail, Selasa (21/4)
dikisahkan Carrington
mencatat titik cahaya
terang yang merupakan
awan plasma menuju ke
bumi. Sekitar 48 jam
kemudian dampaknya
mulai terasa luar biasa.
Miliaran aurora menyinari
langit malam di bumi.
Cahayanya sungguh kuat
sehingga membuat kita
mampu membaca di
tengah malam.
Sementara itu, di
California, sekelompok
pekerja tambang emas
bangun lebih awal dari
biasanya akibat cahaya
terang yang mereka
sangka sudah pagi hari.
Padahal jam di saat itu
menunjukkan pukul 2 dini
hari. Sejumlah operator
telegraf menerima
kejutan listrik tak
beraturan akibat arus
listrik matahari
menghantam jaringan
telekomunikasi. Saat itu
dunia seakan-akan
bermandikan listrik.
Menurut laporan “New
Scientist”, badai
matahari atau solar storm
adalah siklus kegiatan
peledakan dahsyat dari
masa puncak kegiatan
bintik matahari (sunspot),
biasanya setiap 11 tahun
akan memasuki periode
aktivitas badai matahari.
Ilmuwan Amerika baru-
baru ini memperingatkan
bahwa pada tahun 2012
bumi akan mengalami
badai matahari dahsyat
(Solar Blast), daya
rusaknya akan jauh lebih
besar dari badai angin
“Katrina”, dan hampir
semua manusia di bumi
tidak akan dapat
melepaskan diri dari
dampak bencananya.
Daniel Becker dari
University of Colorado
seorang ahli cuaca
angkasa menjelaskan,
“Sekarang ini kita
semakin dekat dengan
kemungkinan bencana ini.
Jika manusia tidak dapat
mempersiapkan diri
dengan matang terhadap
bencana badai matahari
yang akan menimpa ini.
Badai matahari ini
mungkin akan
memutuskan pasokan
listrik umat manusia,
sinyal ponsel, bahkan
termasuk sistem pasokan
air.”
sumber ttp://
tidakmenarik.wordpress.com/2009/04/22/
badai-matahari-pernah-
terjadi-pada-1-
september-1859/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar