Kamis, 26 Januari 2012

Kiamat Tak Datang Tahun 2012

TEMPO.CO- SETIAP tahun
menyimpan misterinya
sendiri. Pasti banyak alasan
yang membuat sebagian
orang percaya pergantian
tahun bukan hanya soal
menyobek halaman
kalender.
Para penghayat ramalan
yakin sekali tahun 2012
merupakan tahun naga air.
Menurut mereka itu artinya
tahun cerah, di mana-mana
akan terjadi perbaikan.
Tahun naga air kabarnya
menjernihkan dan
mendinginkan yang keruh
dan panas. Sifat panas
tahun lalu akanberubah
menjadi tenang. Tapi,
lantaran berurusan dengan
air, semua sifat air
termasuk yang buruk,
konon akan terjadi. Akan
banyak peristiwa berkaitan
dengan air, misalnya banjir.
Anda percaya? Terserah.
Tak ada hukum di negeri
kita yang melarang orang
meyakini satu ramalan
Ramalan yang paling
mendebarkan tentang 2012
tentulah datangnya kiamat
pada 21 Desember nanti –
ada juga yang percaya
tanggal 23 atau 24
Desember. Ramalan ini
bersumber pada kalender
suku Maya --suku bangsa
yang pernah hidup di
Selatan Meksiko, di sekitar
Guatemala. Suku bangsa
yang dikenal mahir dalam
ilmu falak dan sistem
perhitungan masa ini
menyebutkan bahwa hari
itu datang gelombang
galaksi besar yang
membuat macet semua
aktivitas di muka bumi.
Kalender Maya dibuat
berdasarkan Tujuh Zaman
(Usia) Manusia. Zaman
keempat berakhir pada
bulan Agustus 1987.
Kalender Maya akan
berakhir pada Minggu, 23
Desember 2012. Suku Maya
percaya hanya sedikit
orang yang akan bertahan
dari bencana yang terjadi
kemudian. Dalam usia kelima,
manusia akan menyadari
tujuan spiritual. Dalam usia
keenam, manusia akan
menyadari Tuhan berada di
dalam dirinya. Di usia
ketujuh, manusia akan
menjadi begitu spiritualis
dan berkemampuan
telepati.
Sebuah blog di internet,
VANtheyologist, mengutip
pendapat ahli, menyatakan
akan muncul badai matahari.
Badai akan muncul ketika
terjadi ledakan besar (flare)
di atmosfer matahari dan itu
memunculkan daya sekuat
66 juta kali bom atom
Hiroshima. Bersamaan
dengan itu, terjadi juga
»coronal mass ejection”,
juga peristiwa ledakan
yang diduga menyebabkan
lontaran partikel
berkecepatan 400 kilometer
per detik.
Gangguan cuaca matahari
itu mempengaruhi kondisi
antariksa, termasuk
mempengaruhi magnet
planet bumi. Dampaknya
akan terjadi pada sistem
kelistrikan, transportasi
yang mengandalkan global
positioning system, dan juga
komunikasi yang
mengandalkan satelit dan
gelombang frekuensi tinggi.
Sistem kerja alat
kesehatan, seperti alat
pacu jantung, juga
diprediksi akan bermasalah.
Dua prediksi mengerikan ini
barangkali tidak berkaitan.
Kalender bangsa Maya
menghitung hari akhir dari
tahun ke-13 Bak’tun
(siklus 5.125 tahunan), yang
jatuh 21 Desember 2012.
Reaksi orang macam-
macam. Ada sebuah pesta
dansa yang sudah
direncanakan digelar besar-
besaran di Oslo pada malam
20-21 Desember nanti.
Sudah 14 ribu pengguna
Facebook menyatakan hadir
di pesta »perpisahan” itu.
Bangsa Aztec yang pernah
berdiam di Meksiko juga
meyakini kiamat akan
datang pada 2012. Kalender
suci Aztec, yang disebut
Eagle Bowl, mewakili
pergerakan dewa surya
Tonatiuh. Kalender itu
sangat akurat dan telah
digunakan dalam berbagai
bentuk selama lebih dari
2.000 tahun. Sebuah
ramalan dari Eagle Bowl
menyatakan, »Setelah
Sorga Tiga Belas Pilihan
Menurun, dan Sembilan
Neraka Malapetaka yang
Meningkat, Pohon
Kehidupan akan berbunga
dengan buah yang tak
pernah diciptakan
sebelumnya, buah itulah
Spirit Baru Kehidupan.”
Tiga belas Sorga dan
Sembilan Neraka itu
panjangnya masing-masing
52 tahun – sehingga
totalnya 1.144 tahun. Setiap
Sembilan Neraka itu datang,
maka dampaknya lebih
buruk dari yang terakhir.
Hari terakhir Neraka datang
diyakini jatuh pada 17
Agustus 1987. Ketika itu,
Tezcatlipoca, dewa
kematian, menanggalkan
topeng batu giok untuk
mengungkapkan dirinya
sebagai Quetzelcoatl atau
dewa perdamaian.
Dalam mitologi suku Aztec,
usia manusia pertama
berakhir dengan hewan
melahap manusia. Usia
kedua selesai oleh angin,
yang ketiga oleh api, dan
keempat oleh air. Kelima
zaman sekarang itu disebut
Nahui-Olin (Matahari
Gempa), dan dimulai pada
3113 SM dan akan berakhir
pada tanggal 24 Desember
2011.
Tanggal itu akan menjadi
penghancuran terakhir dari
keberadaan manusia di
bumi. Tanggal itu
bertepatan dengan yang
ditentukan oleh McKenna
Bersaudara dalam »The
Invisible Landscape”
sebagai akhir sejarah. Hal ini
mereka tunjukkan atas
dasar analisa komputer dari
kalender kuno Cina yang
disebut I Ching.
Sebelum terlanjur percaya
pada ramalan Maya atau
Aztec, dan Anda bersiap-
siap sembunyi dalam goa
atau berlayar di laut pada
tanggal itu, Anda perlu
menyimak kolom Joel Stein
di Majalah Time edisi 9
Januari. Jurnalis yang
menulis untuk Los Angeles
Times dan kontributor
Majalah Time ini agaknya
penasaran dengan ramalan
kiamat itu.
Stein kemudian
menghubungi David Stuart,
seorang sarjana keturunan
bangsa Maya yang ketika
berusia 18 tahun pada 1984
menerima bea siswa
MacArthur –dan
merupakan penerima
termuda bea siswa itu
sampai sekarang. Ternyata
Stuart tak bisa dihubungi
sebab dia sedang berada di
Guatemala, tapi Stuart
membalas email dari Joel
Stein. Ternyata pendapat
Stuart tentang kiamat itu
sungguh meredakan
kecemasan banyak orang.
»Ramalan akhir dari
kalender (Maya) diciptakan
oleh orang yang
sepenuhnya tidak mengerti
tentang suku bangsa Maya
kuno,” tulis Stuart.
Joel Stein juga menghubungi
Robert Sitler, profesor
bahasa dan literature
modern dari Universitas
Stetson. Sitler pernah
mengembara di kawasan
yang dihuni suku bangsa
Maya, daerah di antara
Meksiko dan Guatemala,
selama 35 tahun. Sitler
bertanya pada 200 orang
Maya tentang apa yang
terjadi pada 21 Desember
2012 –hari terakhir dari
tahun ke-13 Bak’tun.
Menurut Sitler, tak seorang
pun dari orang Maya yang
ditemuinya tahu tentang
kalender Maya. Artinya,
kalender itu sudah tidak
dipergunakan ratusan
tahun. Barangkali karena
mereka menonton film dan
televisi Amerika dua tahun
terakhir yang penuh tema
kiamat, maka sebagian
orang Maya ingat kembali
pada kalender nenek-
moyang mereka dulu.
Bahkan, Sitler yang
diundang ceramah di
beberapa tempat untuk
meluruskan ramalan
tentang kalender Maya itu.
Walau begitu, dalam satu
bagian ceramahnya, Sitler
bercerita tentang ramalan
Mesir kuno tentang akan
datangnya Dewa Bolon
Yokte, pembawa perang,
pertentangan dan
perselisihan.
Stein juga sempat datang
ke Meksiko. Ia bicara
dengan banyak orang
keturunan Maya, bangsa
yang dalam waktu lama
terus menerus diperangi
pemerintah Meksiko. Pada
Stein, orang-orang
berdarah Maya itu
menjelaskan, yang
dimaksud akhir ke-13
Bak’tun bukanlah akhir
zaman, tapi awal dari
sebuah era baru. Tahun
yang lain akan datang,
tahun yang membawa hal-
hal baru.
Anda boleh percaya atau
tidak..
Berbagai sumber/TIME/
Wikipedia/TH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar